Music Note - Background

Minggu, 03 Mei 2015

Kimia - Materi dan Klasifikasinya



Materi dan Klasifikasinya


Semua benda yang ada di dunia ini, seperti batu, tanah, tumbuhan, hewan, dan lain-lain yang ada di sekitar kita merupakan materi. Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Istilah materi sering disamakan dengan istilah benda dan zat. Sebenarnya, baik benda, materi, dan zat dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang.
Materi tersusun dari beberapa partikel penyusun. Secara umum, materi dibedakan menjadi campuran, senyawa, unsur, atom dan molekul.

A.             Zat tunggal
Zat tunggal biasa disebut juga dengan zat murni atau zat saja, merupakan materi yang seluruh bagiannya mempunyai sifat – sifat dan komposisi (susunan) yang sama. Zat tunggal dapat merupakan unsur dan senyawa. Contohnya air, perak, etanol, garam dapur (natrium klorida), dan karbondioksida. Zat yang satu berbeda susunannya dengan zat yang lainnya dapat diidentifikasi dari penampilannya, baunya, rasanya, dan sifat – sifatnya yang lain. Saat ini telah di kenal lebih dari 13 juta zat, dan jumlahnya terus bertambah dengan cepat.
               Unsur
Unsur adalah zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana. Pada unsur, terdiri atas kumpulan atom yang sejenis. jenis unsur alami, sedangkan selebihnya adalah unsur buatan. Jumlah keseluruhan unsur di alam kira-kira 106 jenis unsur. Gas oksigen maupun gas hidrogen merupakan zat yang terdiri atas satu jenis atom yaitu atom oksigen dan atom hidrogen. Oleh karena gas oksigen dan gas hidrogen sudah tidak dapat diuraikan lagi menjadi materi lain yang lebih sederhana, maka kedua gas tersebut termasuk contoh dari suatu unsur. Contoh yang lain adalah:
·      Aluminium: sebagai pembungkus makanan supaya lebih tahan lama (aluminium foil).
·      Besi: seperti pemukul dari besi, paku, dan peralatan lainnya.
·      Emas dan perak: sering dipakai sebagai perhiasan.
·      Karbon (arang): yang dipakai sebagai bahan bakar, pensil, dan bahan baku norit (arang aktif obat       sakit perut).
·     Oksigen: yang dipakai untuk bahan bantu pernapasan atau dipakai sebagai pemanas dalam           
    pengelasan.

a)       Jenis Unsur

1.    Unsur logam
Secara umum unsur logam memiliki sifat berwarna putih mengkilap, mempunyai titik lebur rendah, dapat menghantarkan arus listrik, dapat ditempa dan dapat menghantarkan kalor atau panas. Pada umumnya logam merupakan zat padat, namun terdapat satu unsur logam yang berwujud cair yaitu air raksa. Beberapa unsur logam yang bermanfaat dalam kehidupan sehari–hari, antara lain:
a.     Khrom (Cr) Digunakan untuk bumper mobil, dan campuran dengan baja menjadi stainless steel.
b.  Besi (Fe) Merupakan logam yang paling murah, sebagai campuran dengan karbon menghasilkan 
     baja untuk konstruksi bangunan, mobil dan rel kereta api.
c.      Nikel ( Ni ) Nikel padat sangat tahan terhadap udara dan air pada suhu biasa, oleh karena itu    
     nikel digunakan sebagai lapisan pelindung dengan cara disepuh.
d.   Tembaga (Cu) Tembaga banyak digunakan pada kabel listrik, perhiasan, dan uang logam. 
     Campuran tembaga dengan timah menghasilkan perunggu sedangkan campuran tembaga dengan 
     seng menghasilkan kuningan.
e.     Seng (Zn) Seng dapat digunakan sebagai atap rumah, perkakas rumah tangga, dan pelapis besi 
     untuk mencegah karat.
f.   Platina (Pt) Platina digunakan pada knalpot mobil, kontak listrik, dan dalam bidang kedokteran 
     sebagai pengaman tulang yang patah.
g.    Emas (Au) Emas merupakan logam sangat tidak reaktif, dan ditemukan dalam bentuk murni. 
     Emas digunakan sebagai perhiasan dan komponen listrik berkualitas tinggi. Campuran emas 
     dengan perak banyak digunakan sebagai bahan koin.

2. Unsur non logam
Pada umumnya unsur non logam memiliki sifat tidak mengkilap, penghantar arus listrik yang buruk, dan tidak dapat ditempa. Secara umum non logam merupakan penghantar panas yang buruk, namun terdapat satu unsur non logam yang dapat menghantarkan panas dengan baik yaitu grafit. Beberapa unsur non logam yang bermanfaat dalam kehidupan sehari–hari, antara lain:
a.       Fluor (F) Senyawa fluorid yang dicampur dengan pasta gigi berfungsi menguatkan gigi, freon – 
      12 sebagai pendingin kulkas dan AC.
b.      Brom (Br) Senyawa brom digunakan sebagai obat penenang saraf, film fotografi, dan bahan 
      campuran zat pemadam kebakaran.
c.      Yodium (I) Senyawa yodium digunakan sebagai antiseptik luka, tambahan yodium dalam garam 
      dapur, dan sebagai bahan tes amilum (karbohidrat) dalam industri tepung.


Perbedaan Unsur Logam dan Non-Logam
Meski terdiri dari unsur logam dan non-logam, ada beberapa unsur yang memiliki sifat seperti logam dan nonlogam. Unsur tersebut dikenal sebagai unsur metaloid/ semilogam. Contohnya adalah silikon, boron, germanium, arsen dan stibium (antimon). Unsur-unsur tersebut banyak digunakan sebagai semikonduktor

b)       Lambang Unsur
Lambang unsur yang sekarang digunakan diusulkan oleh J.J Berzelius (1779-1848) warga negara Swedia tepatnya pada tahun 1814. Lambang unsur yang diusulkan diambil dari nama unsur itu sendiri (yang ditulis dalam nama Latin). Aturan penulisan lambang unsur adalah sebagai berikut:
1.    Lambang unsur ditulis dengan mengambil huruf pertama atau dua huruf pertama dari nama unsur 
     yang bersangkutan.
2.    Unsur-unsur yang mempunyai nama dengan huruf pertama sama, lambangnya dibedakan oleh 
     huruf yang kedua.
3.    Lambang unsur ditulis dengan huruf kapital, untuk lambang yang terdiri atas satu huruf dan 
     ditulis dengan huruf kapital diikuti dengan huruf kecil untuk unsur yang mempunyai dua huruf.
     Semua nama unsur ditulis dalam nama Latin.
Nama-nama unsur tersebut diperoleh berdasarkan sifat-sifatnya, atau pada saat pertama kali ditemukan, atau diberi nama dengan nama sesuai dengan para penemunya. Beberapa unsur yang dapat di Indonesiakan ditulis dalam bahasa Indonesia, namun lambang unsur yang ditulis tetap bedasarkan pada bahasa asli, yaitu bahasa Latin, misalnya: besi dengan nama latin ferrum (Fe), tembaga nama Latinnya cuprum (Cu), dan sebagainya.

               Senyawa



Senyawa didefinisikan sebagai zat tunggal yang tersusun dari dua unsur atau lebih yang saling terikat secara kimia dengan perbandingan massa tetap. Senyawa terdiri dari beberapa unsur, maka senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsurnya dengan proses tertentu. Senyawa memiliki sifat yang berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya. Misal, dua atom hidrogen dengan satu atom oksigen dapat bergabung membentuk molekul air (H2O). Hidrogen adalah gas yang sangat ringan dan mudah terbakar, sedangkan oksigen adalah gas yang terdapat di udara yang sangat diperlukan tubuh kita untuk pembakaran. Tampak jelas bahwa sifat air berbeda dengan sifat hidrogen dan oksigen.
Senyawa dituliskan dalam wujud rumus kimia. Rumus kimia adalah zat yang terdiri dari kumpulan lambang-lambang unsur dengan komposisi tertentu. Komposisi tersebut berupa bilangan yang menyatakan jumlah atom penyusunnya (angka indeks). Misal, suatu senyawa terdiri dari atom unsur natrium (Na) dan atom unsur klor (Cl). Jika angka indeks masing-masing atom unsur adalah 1 dan 1, maka rumus kimia senyawa yang dibentuk sebagai berikut :
Angka indeks Na = 1, angka indeks Cl = 1, Jadi rumus kimia senyawa tersebut adalah NaCl ( Natrium klorida ).
Rumus kimia dapat berupa rumus molekul dan rumus empiris. Rumus molekul adalah rumus kimia yang menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun zat. Misal, C2H4 (Etena), H2O (air). Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan perbandingan terkecil jumlah atom–atom pembentuk senyawa. Misal, rumus kimia C­H4, maka rumus empiris senyawa tersebut adalah CH2.
Joseph Lonis Proust (1754~1826) seorang ilmuwan dari Perancis mengemukakan hukum perbandingan tetap atau sering dikenal dengan hukum Proust, yaitu : perbandingan berat unsur-unsur penyusun senyawa adalah tetap. Eksperimen yang dilakukan Proust adalah reaksi antara unsur hidrogen dan oksigen sehingga terbentuk air (H2O). Dari percobaan yang dilakukan oleh Proust ditarik kesimpulan bahwa:
1.        Air tersusun dari oksigen dan hidrogen dengan perbandingan massa unsur oksigen banding 
       hidrogen adalah 8 : 1
2.        Jumlah zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap.
Senyawa-senyawa baru ditemukan dan dipisahkan dari tumbuh– tumbuhan. Misal, jeruk diketahui mengandung vitamin C, setelah dilakukan pemisahan ternyata jeruk mengandung asam askorbat. Struktur vitamin C ditemukan, maka dilakukan sintesis untuk membuat vitamin C di laboratorium. Rumus senyawa merupakan gabungan lambang unsur yang menunjukkan jenis unsur pembentuk senyawa dan jumlah atom masing-masing unsur. Misal, sukrosa memiliki rumus senyawa C12H22O11. Sukrosa tersusun dari 12 atom karbon, 22 atom hidrogen, dan 11 atom oksigen.

a)       Senyawa Organik
Senyawa organik didefinisikan sebagai senyawa yang dibangun oleh unsur karbon sebagai kerangka utamanya. Senyawa-senyawa ini umumnya berasal dari makhluk hidup atau yang terbentuk oleh makhluk hidup (organisme).
Senyawa ini mudah kita jumpai seperti ureum atau ure terdapat pada air seni (urin). Gula pasir atau sakarosa yang banyak terdapat didalam tebu dan alkohol merupakan hasil fermentasi dari lautan gula.

b)       Senyawa Anorganik
Senyawa anorganik adalah senyawa-senyawa yang tidak disusun dari atom karbon, umumnya senyawa ini ditemukan di alam, beberapa contoh senyawa ini seperti garam dapur (Natrium klorida) dengan lambang NaCl, alumunium hdroksida yang dijumpai pada obat maagh, memiliki lambang Al(OH)3. Demikian juga dengan gas yang terlibat dalam proses respirasi yaitu gas oksigen dengan lambang O2 dan gas karbon dioksida dengan lambang CO2. Asam juga merupakan salah satu senyawa anorganik yang mudah kita kenal misalnya asam nitrat (HNO3), asam klorida (HCl) dan lainnya.


B.            Campuran
Unsur dan senyawa keduanya merupakan zat tunggal atau zat murni. Zat tunggal atau zat murni merupakan suatu zat yang mempunyai sifat yang karakteristik. Jika dua atau lebih zat tunggal dicampur dalam satu tempat dengan tanpa adanya reaksi kimia, dalam arti sifat karakteristik dari masing-masing zat tunggal masih kelihatan, maka terjadilah suatu campuran. Sehingga campuran merupakan gabungan dari dua atau lebih zat tunggal tanpa terjadinya reaksi kimia. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai campuran. Misal, air sungai, tanah, udara, makanan, minuman, larutan garam, larutan gula, dll. Sifat asli zat pembentuk campuran ada yang masih dapat dibedakan satu sama lain, ada pula yang tidak dapat dibedakan. Di dalam udara tercampur beberapa unsur yang berupa gas, antara lain: nitrogen, oksigen, karbon dioksida dan gas-gas lain. Udara segar yang kita hirup mengandung oksigen yang lebih banyak daripada udara yang tercemar. Dalam udara juga tersusun dari beberapa senyawa, antara lain : asap dan debu. Di alam terdapat dua jenis campuran, yaitu campuran homogen atau terkenal dengan nama larutan dan campuran heterogen, yang dikenal dengan nama campuran kasar atau campuran heterogen.

1. Campuran homogen
Campuran homogen (homogenious mixture) atau biasa disebut larutan adalah zat yang tersusun oleh dua bagian senyawa atau lebih yang seluruh bagiannya mempunyai sifat dan susunan sama.
Ciri:ciri:
-     Terdiri dari zat terlarut (solut) dan pelarut (solven). Biasanya, komponen yang lebih banyak 
    jumlahnya disebut sebagai zat pelarut, sedangkan yang lebih sedikit disebut sebagai zat terlarut. 
    Namun, jika larutan berwujud cair, maka komponen cair disebut sebagai zat pelarut.
-     Serba sama, tidak ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya
-     Tidak dapat disaring
-     Tidak terdapat lapisan (komponen padat dan cair tidak memisah)
Contoh:
-            Udara – Air gula
-            Sirup – Air cuka
-            Air hujan – Spirtus

2. Campuran heterogen
Campuran heterogen adalah campuran serbaneka, dimana materi-materi penyusunnya tidak berinteraksi, sehingga kita dapat mengamati dengan jelas dari materi penyusun campuran tersebut. Campuran heterogen tidak memerlukan komposisi yang tetap seperti halnya senyawa, jika kita mencampurkan dua materi atau lebih maka akan terjadi campuran. Contoh yang paling mudah kita amati dan kita lakukan adalah mencampur minyak dengan air, kita dapat menentukan bagian minyak dan bagian air dengan indera mata kita. Perhatikan pula susu campuran yang kompleks, terdiri dari berbagai macam zat seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin C dan E dan mineral. Campuran heterogen terdiri atas:
a. Suspensi
Ciri-ciri:
- Keruh
- Ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya
- Dapat disaring
- Mengendap
- Terdapat lapisan (kompenen padat dan cair memisah)
Contoh:
- Campuran terigu dan air
- Campuran pasir dan air
- Bubuk kopi dan air
b. Koloid
Ciri-ciri:
- Keruh
- Ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya (jika dilihat dengan mikroskop ultra)
- Dapat disaring dengan kertas saring ultra
- Komponen padat dan cair dapat memisah sendiri dalam waktu relatif lama
- Dapat menghamburkan cahaya
Contoh:
-  Air susu
-  Cat
-  Tinta
-  Santan
-  Asap
-  Kabut



Partikel Dasar Penyusun Materi

Dapat berupa :
1)       Atom
·         Atom adalah partikel terkecil dari suatu unsur yang masih mempunyai sifat-sifat unsur itu
·         Atom suatu unsur diberi lambang sama dengan lambang unsur tersebut
·         Contoh : Na, Mg, Ba, Ca, Fe

2)       Molekul
·        Molekul adalah partikel netral yang terdiri dari 2 atau lebih atom, baik atom 
      sejenis maupun atom yang berbeda.
·         Molekul yang terdiri dari sejenis atom disebut  Molekul Unsur
·         Molekul yang terdiri dari atom-atom yang berbeda disebut Molekul Senyawa
·         Contoh : H2O; CO2; H2SO4

3)       Ion
·         Ion adalah atom atau kumpulan atom yang bermuatan listrik
·         Ion yang bermuatan positif disebut Kation, sedangkan ion yang bermuatan negatif disebut Anion
·         Ion yang terdiri dari 1 atom disebut Ion Tunggal ( monoatom ), sedangkan ion yang terdiri dari 
      2 atau lebih atom disebut Ion Poliatom
·         Contoh :
Kation Tunggal : Na+, K+
Kation Poliatom : NH4+ , H3O+
Anion Tunggal : Cl-, S2-
Anion Poliatom : NO3-, OH-















Sumber:   - http://noteofgirl.blogspot.com/2014/05/materi-dan-klasifikasinya.html
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/ruang-lingkup-
  ilmu kimia/klasifikasi-materi/
                 - http://unitedscience.wordpress.com/ipa-1/bab-3-klasifikasi-materi/
                 - http://joeykimia.blogspot.com/2013/05/klasifikasi-materi.html
                 - http://endiferrysblog.blogspot.com/2013/02/materi-dan-penggolongannya.html
                 - http://bimprippt19.wordpress.com/program-ipa/penggolongan-
                   materiunsursenyawacampurankimia-sma/
                 - http://senyaw.blogspot.com/2012/11/penggolongan-materi.html

Jumat, 12 September 2014

PERJUANGAN RAKYAT DAN PEMERINTAH DI BERBAGAI DAERAH DALAM USAHA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA

PERJUANGAN RAKYAT DAN PEMERINTAH DI BERBAGAI DAERAH DALAM USAHA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA

No
Nama Peristiwa
Jalannya Peristiwa dan Hasil
1
Pertempuran Surabaya  
·         Tempat   : Kota Surabaya, Jawa Timur
·         Tokoh
Ø AW.S. Mallaby
Ø Bung Tomo
Ø Sungkono
Ø Gubernur Suryo
·      Waktu     : 10 November 1945
·      Latar Belakang
1.   Keinginan Sekutu untuk merebut senjata milik Jepang yang sudah dikuasai oleh para pemuda Indonesia.
2.  Inggris yang mengingkari janjinya dengan pemerintah Indonesia, dan berhasil membebaskan seorang kolonel Belanda dari penjara dengan melakukan penyerangan.
3.  Terbunuhnya Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby.
4.  Ultimatum Inggris yang mengeluarkan instruksi agar pemimpin bangsa Indonesia dan semua pihak di kota Surabaya menyerah kepada Inggris.
·         Pada 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.30. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya, dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat.
·         Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
·         Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat TKR juga telah dibentuk sebagai pasukan negara.
·         Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar. Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia dipimpin oleh Bung Tomo, berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.
·       Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu, sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris.
·       Hasil :
1.   6.000 – 16.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200.000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya.
2.  Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 - 2000 tentara.
3.  10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia dan dibangun tugu pahlawan.
2
Palagan Ambarawa
·         Tempat   : Ambarawa
·         Tokoh
Ø  Kol. Sudirman
Ø  Letkol M. Subimni
Ø  Suryosumpeno
Ø  Oni Sastrohardjo
Ø  TKR
Ø  Brigadir Jenderal Bethel
·         Waktu     : 21 November - 15 Desember 1945
·         Latar Belakang

Peristiwa ini berawal dari datangnya Sekutu yang diboncengi NICA ke daerah Ambarawa dan Magelang pada tanggal 20 Oktober 1945 yang bertujuan untuk membebaskan tawanan Belanda. Namun, mereka malah mempersenjatai tawanan tersebut yang menimbulkan kemarahan pihak Indonesia.
·         Setelah terjadi insiden di Magelang antara TKR dengan tentara Sekutu maka pada tanggal 2 November 1945 Presiden Soekarno dan Brigadir Jenderal Bethel mengadakan perundingan gencatan senjata.
·         Pada tanggal 21 November pasukan Sekutu diam-diam mundur dan meninggalkan Kota Magelang menuju ke benteng Ambarawa. Resimen Kedu Tengah di bawah pimpinan Letkol. M. Sarbini segera mengadakan pengejaran terhadap mereka. Gerakan mundur tentara Sekutu tertahan di Desa Jambu karena dihadang oleh pasukan Angkatan Muda di bawah pimpinan Oni Sastrodihardjo yang diperkuat oleh pasukan gabungan dari Ambarawa, Suruh dan Surakarta.
·         Pada tanggal 11 Desember 1945, Kol. Soedirman mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar. Pada tanggal 12 Desember 1945 jam 04.30 pagi, serangan mulai dilancarkan. Satu setengah jam kemudian, jalan raya Semarang-Ambarawa dikuasai oleh kesatuan-kesatuan TKR.
·         Hasil :
1.     Akhirnya, setelah bertempur selama 4 hari 4 malam, pada tanggal 15 Desember 1945 pertempuran berakhir dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa dan Sekutu dibuat mundur ke Semarang.
2.    Gugurnya Kolonel Isdiman
3.    Pada tanggal 15 Desember, diperingati sebagai hari Infantri dan dibangun Monumen Palagan Ambarawa.
3
Medan Area
·         Tempat   : Medan, Sumatra Utara
·         Tokoh
Ø  Achmad Tahir, pelopor terbentuknya TKR Sumatra Timur
Ø  Para Pemuda
Ø  Brigadir Jenderal T.E.D Kelly (Sekutu)
Ø  Kapten Westerling (NICA)
·         Waktu     : 13 Oktober 1945
·         Latar Belakang

Peristiwa Medan Area berawal dari mendaratnya pasukan Sekutu yang diboncengi NICA di Medan, Sumatra Utara pada tanggal 9 Oktober 1945 dengan tujuan untuk mengambil alih kekuasaan.

·         Pertempuran pertama terjadi pada tanggal 13 Oktober 1945 saat Bendera Merah Putih diinjak – injak di sebuah hotel di Jalan Bali, Medan. Para pemuda akhirnya menyerang hotel tersebut dan mengakibatkan 96 korban luka – luka.
·         Pada tanggal18 Oktober 1945, Brigadir Jenderal T.E.D Kelly memberikan ultimatum agar para pemuda menyerahkan senjata mereka. Namun, ultimatum tersebut tidak dihiraukan.
·         Pada tanggal 10 Desember 1945, pasukan sekutu melancarkan serangan militer besar – besaran dengan menggunakan pesawat –pesawat tempur ke seluruh Medan.
·         Hasil :
1.     Akhirnya, pada bulan April 1946, pasukan Inggris berhasil mendesak pemerintah RI keluar Medan. Gubernur, Markas Divisi TKR, dan Walikota RI pindah ke Pematang Siantar.
4
Bandung Lautan Api
·         Tempat   : Bandung
·         Tokoh
Ø  Kol. A.H Nasution
Ø  Kol. Hidayat
Ø  Moh. Toha
Ø  Aruji Kartawinata
Ø  Para pejuang Kota Bandung
·         Waktu
·         Latar Belakang

Peristiwa ini berawal dari mendaratnya Sekutu di Bandung pada tanggal 17 Oktober 1945 untuk mengambil alih senjata Jepang yang telah dilucuti oleh para pejuang Kota Bandung
·         Pada tanggal 21 November 1945, Sekutu mengeluarkan ultimatum agar pihak Indonesia mengosongkan Kota Bandung bagian selatan paling lambat tanggal 29 November 1945.
·         Ultimatum pertama Sekutu tidak diindahkan oleh bangsa Indonesia dan Sekutu mengulangi ultimatumnya pada tanggal 23 Maret 1946, memerintahkan agar TRI meninggalkan Kota Bandung

5
Puputan Margadana
·         Tempat  : Desa Margadana, Bali
·         Tokoh
Ø  I Gusti Ngurah Rai dengan pasukannya, Ciung Wanara (rakyat Bali)
·         Waktu    : 18 November 1946
·         Latar Belakang

Belanda melanggar isi perjanjian Linggarjati yang menyebutkan bahwa Belanda harus mengakui wilayah de facto Republik Indonesia (Sumatra, Jawa, dan Madura) dan harus meninggalkan wilayah de facto paling lambat 1 Januari 1949. Kemudian pada tanggal 2 dan 3 Maret 1949, Belanda mendaratkan 2000 pasukannya di Bali dengan tujuan untuk membujuk Letkol I Gusti Ngurah Rai agar membentuk Negara Indonesia Timur.


·         Pada tanggal 18 November 1949, I Gusti Ngurah Rai menolak ajakan Belanda untuk membentuk Negara Indonesia Timur dengan menyerang tangsi NICA di Tabanan dan memperoleh kemenangan.
·         Pada tanggal 29 November, Belanda membalas kekalahan dengan mengerahkan semua kekuatan di Bali dan Lombok untuk menghadapi perlawanan rakyat Bali. Dalam perlawanan tersebut, I Gusti Ngurah Rai mengobarkan perang Puputan (habis - habisan).
·         Hasil
Dalam perlawanan tersebut, I Gusti Ngurah Raid an pasukannya, gugur demi mempertahankan kedaulatan  RI.
6
Peristiwa Westerling di Makassar
·         Tempat   : Makassar, Sulawesi Selatan
·         Tokoh
Ø  Gubernur Sam Ratulangie
Ø  Raymond Westerling (Sekutu)
Ø  Robert Wolter Monginsidi
Ø  Para pejuang Makassar
·         Waktu    : 7 Desember – 25 Desember 1946
·         Latar Belakang

Pristiwa ini berawal dari datangnya pasukan Belanda dan Australia di Makassar dengan tujuan :
a.    Membersihkan Sulawesi Selatan dari pejuang – pejuang Indonesia.
b.    Menumpaskan perlawanan rakyat yang menentang terbentuknya Negara Indonesia Timur
c.    Memecah – belah rakyat
·         Aksi pertama operasi Pasukan Khusus DST dimulai pada malam tanggal 11 menjelang 12 Desember. Sasarannya adalah desa Batua serta beberapa desa kecil di sebelah timur Makassar dan Westerling sendiri yang memimpin operasi itu. Pasukan pertama berkekuatan 58 orang dipimpin oleh Sersan Mayor H. Dolkens menyerbu Borong dan pasukan kedua dipimpin oleh Sersan Mayor Instruktur J. Wolff beroperasi di Batua dan Patunorang.
·         Tahap kedua dimulai tanggal 19 Desember 1946. Sasarannya adalah Polobangkeng di selatan Makassar. Dalam penyerangan ini, Pasukan DST menyerbu bersama 11 peleton tentara KNIL dari Pasukan Infanteri XVII, dipimpin oleh Letkol KNIL Veenendaal. Satu pasukan DST di bawah pimpinan Vermeulen menyerbu desa Renaja dan Komara. Pasukan lain mengurung Polobangkeng.
·         Aksi tahap ketiga mulai dilancarkan pada 26 Desember 1946 terhadap Gowa dan dilakukan dalam tiga gelombang, yaitu tanggal 26 dan 29 Desember serta 3 Januari 1947. Di sini dilakukan kerjasama antara Pasukan Khusus DST dengan pasukan KNIL. Korban tewas di kalangan penduduk berjumlah 257 orang.
·         Hasil :
1.   Dibentuknya Laskar Pemberontak Indonesia Sulawesi (LAPRI)
2.  Pembunuhan massal mengakibatkan sekitar 40.000 orang menjadi korban
7
Serangan Umum 1 Maret 1949
·         Tempat   : Yogyakarta (Ibukota RI pada saat itu)
·         Tokoh
ü  Sri Sultan Hamengkubuwono IX
ü  Jenderal Soedirman
ü  Letkol Soeharto
ü  Para Pejuang Yogyakarta
·         Waktu     : 1 Maret 1949
·         Latar Belakang

Peristiwa ini berawal saat Belanda melancarkan agresi militernya yang kedua pada bulan Desember 1945 dan Yogyakarta (Ibukota RI pada saat itu) jatuh ke tangan Belanda.
·         Pada bulan November 1945, Jenderal Soedirman menginstruksikan kepada semua komandan TNI yang lewat Surat Perintah Siasat No. 1 bulan November 1948, yang isinya :
1.     Memberikan kebebasan kepada setiap komandan
2.    Memerintahkan setiap komandan untuk membentuk kantong pertahanan
3.    Memerintahkan agar semua satuan TNI untuk kembali ke divisi masing – masing jika Belanda menyerang Yogyakarta. Dan di Yogyakarta diserahkan kepada Brigade 10 di bawah pimpinan Kol. Soeharto
Maka dari itu, kesatuan TNI menjadi terpencar – pencar dan tidak terkoordinasi, namun saat Belanda melancarkan agresi militernya, para pejuang mampu melakukan komunikasi melalui jaringan radio, telegram, maupun para kurir.
·         Pada tanggal 1 Maret 1949, atas dukungan dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, TNI di bawah pimpinan Letkol Soeharto, melakukan serangan besar – besaran terhadap Belanda di Yogyakarta.
·         Hasil
a.    Para pejuang berhasil menguasai Yogyakarta selama enam jam (06.00 – 12.00)
b.    Berita serangan umum ini disiarkan RRI Gunung Kidul, kemudian di tangkap oleh RRI Sumatra dan disiarkan ke Yangoon (Myanmar)
c.    Keesokan harinya berita itu dilaporkan oleh R. Sumardi ke PDRI Bukitinggi melalui radiogram. Berita itu juga disampaikan ke Maramis (Diplomat RI di New Delhi, India) dan L.N Palar (Diplomat RI di New York, Amerika Serikat)
·         Arti Penting Serangan Umum di Yogyakarta :
Ke Dalam :
1.     Meningkatkan semangat para pejuang dan mempengarui para pemimpin Negara buatan Belanda.
2.    Mendukung perjuangan secara diplomasi
Ke Luar :
1.     Menunjukkan bahwa TNI memiliki kekuatan untuk melakukan serangan
2.    Mematahkan moral pasukan Belanda.